Maribaya

Maribaya bukan hanya sekedar nama gadis cantik jelita dari sebuah cerita jaman dahulu kala. Kini, Maribaya merupakan nama sumber air panas belerang yang dapat dipergunakan sebagai pengobatan penyakit kulit dan sejenisnya. Disebut Taman Wisata Maribaya, tempat pariwisata dengan panorama alam yang indah, dan sumber air panas yang memberikan khasiat.

Taman Wisata Maribaya terletak di Kecamatan Lembang yang jaraknya 5 Km dari Lembang timur, dan 22 Km dari pusat Kota Bandung. Dengan keadaan geografis lembah dan temperatur udara yang rata-rata 10-21 derajat Celsius, membuat udara di Maribaya sangat menyegarkan dan sejuk setiap saat. Udara sejuk tersebut sangat cocok dengan sumber air panas belerang yang bersuhu panas kurang lebih 20-40 derajat selsius. Pengunjung bisa menggunakan sumber air panas untuk mandi dan berendam.

Terdapat 2 aliran sungai yang melewati Maribaya, yaitu sungai Cigulung dan Cikawari. Pada kedua aliran sungai tersebut terdapat 3 buah air terjun masing-masing bernama air terjun Cigulung dengan ketinggian Baca lebih lanjut

Tujuh Titik Tahura Djuanda Longsor, Waktu Kunjungan Dibatasi

SOREANG, (PRLM).- Balai Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, menetapkan waktu kunjungan untuk mengantisipasi jatuh korban jiwa pasca peristiwa longsor di tujuh titik objek wisata. Tanah longsor selain di depan Goa Belanda, Desa Ciburial, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung, juga terjadi di area Curug Maribaya, Desa Maribaya, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat.

Kepala Balai Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Ir. Budi Juanda, mengatakan pasca peristiwa tanah longsor yang terjadi di tujuh titik kawasan Tahura Djuanda, Desa Ciburial, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung dan Desa Maribaya Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat, pihaknya terpaksa melakukan berbagai antisipasi untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. “Selain memberikan peringatan pada warga sekitar hutan (Tahura Djuanda), kami selaku pengelola juga terpaksa mengeluarkan batas waktu kunjungan,” ujar Budi, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/5) tadi siang.

Dikatakan Budi, pihaknya merasa perlu mengeluarkan peringatan pasca peristiwa tanah longsor selama tiga hari berturut-turut, sejak Kamis (20/5) hingga Sabtu, (22/5). Karena, selain sebagai salah satu objek tujuan wisata hutan di Kota Bandung, Tahura Djuanda juga pada beberapa lokasi dijadikan kawasan bercocok tanam masyarakat sekitar hutan.

Selain itu, menurut Budi, jalan di hutan juga menjadi jalan pintas masyarakat dari Desa Cibodas ataupun Maribaya, Kec. Lembang menuju Kota Bandung atau sebaliknya. “Karenanya kami merasa khawatir sewaktu-waktu peristiwa tanah longsor akan menimpa warga yang sedang beraktivitas,” ujar Budi.

Sementara, untuk menghindarkan korban jiwa dari pengunjung, Tahura Djuanda mengeluarkan batasan jam berkunjung. Pengunjung yang berminat untuk berwisata dibatasi antara pukul 8.00 WIB hingga 16.00 WIB, serta memberikan papan peringatan dan petunjuk. “Tapi tetap saja meski dibatasi ada pengunjung yang memaksa dengan alasan sudah datang jauh-jauh tidak berkeliling Tahura. Terhadap hal ini kami tidak dapat berbuat banyak, hanya dapat memperingatkan mereka untuk berhati-hati dan segera kembali saat hujan turun,” ujar Budi. (A-87/das)***

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/114285

Mata Lensa


Mahasiswa program PAKPM periode April-Mei 2010, Kelompok Melati sedang berkumpul di depan kantor Desa Cibodas usai acara penyambutan oleh Pemerintah Desa Cibodas, (27/3).

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Desa Cibodas, Somawijaya, SH., MH. membuka program Seminar Dan Pelatihan Komputer di Aula SMP 4 Lembang

(17/4).

Pemateri, Andris Yuli Fardani, A.Md, memberikan pelatihan Microsoft Office kepada puluhan peserta program Seminar dan Pelatihan Komputer di Aula SMP 4 Lembang, (17/4).

Panitia program Seminar dan Pelatihan Komputer, Della Mulyanie dan Venny Widiadari sedang memberikan pengarahan kepada peserta di Aula SMP 4 Lembang (18/4).

Dua puluhan siswa SMP 4 Lembang foto bersama dengan panitia program Seminar dan Pelatihan Komputer usai kegiatan di Aula SMP 4 Lembang, (18/4).

Air Terjun Koeang di objek wisata Pemandian Air Panas Maribaya, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, (17/4).

Tim liputan, Citra Ananda dan El Chris Natalia sedang mewawancarai dua wisatawan asing asal Amerika Serikat di objek wisata Pemandian Air Panas Maribaya, (17/4).


Sejumlah pengunjung antusias menikmati liburan akhir pekan mereka di kolam pemandian Cibodas Agrowisata, (4/4).

Salah seorang tim program pengajaran bahasa Inggris, El Chris Natalia memanfaatkan media papan tulis untuk berinteraksi dengan peserta di tempat pengajaran bahasa di Kantor RW 12 Desa Cibodas (11/4).

Sejumlah peserta pengajaran bahasa Inggris terlihat antusias memperhatikan sajian materi dari pengajar di Kantor RW 12 Desa Cibodas (11/4).

Tamu undangan tim pengajaran bahasa Inggris, pengajar asal Kanada, Jeremy sedang memberikan materi di Kantor RW 12 Desa Cibodas, (18/4).

Sejumlah peserta pengajaran bahasa Inggris foto bersama tamu undangan tim pengajaran bahasa Inggris asal Kanada, Jeremy (18/4).

Sebagian panitia penanaman bibit di lahan kritis memperlihatkan bibit yang akan ditanami di Lereng Belakang Pine Forest Camp (2/5) bersama perwakilan Pemerintah Desa Cibodas, Amu. Baca lebih lanjut

Sensasi Wisata Cita Rasa Bumi

CP/MelatiCibodas

Salah satu daya tarik, objek wisata Pemandian Air Panas Maribaya, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (17/4). Objek wisata dengan cita rasa bumi ini bisa menjadi alternatif rekreasi akhir pekan Anda bersama keluarga.

Yang Seger, Yang Seger

CP/MelatiCibodas

Sejumlah pengunjung sedang menikmati segarnya berenang di kolam pemandian Cibodas Agrowisata (4/4), Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Wisata dengan konsep alam ini sering dipenuhi pengunjung dari luar Desa Cibodas.

Blog di WordPress.com.
The Esquire Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.