Tujuh Titik Tahura Djuanda Longsor, Waktu Kunjungan Dibatasi

SOREANG, (PRLM).- Balai Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, menetapkan waktu kunjungan untuk mengantisipasi jatuh korban jiwa pasca peristiwa longsor di tujuh titik objek wisata. Tanah longsor selain di depan Goa Belanda, Desa Ciburial, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung, juga terjadi di area Curug Maribaya, Desa Maribaya, Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat.

Kepala Balai Pengelolaan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Ir. Budi Juanda, mengatakan pasca peristiwa tanah longsor yang terjadi di tujuh titik kawasan Tahura Djuanda, Desa Ciburial, Kec. Cimenyan, Kab. Bandung dan Desa Maribaya Kec. Lembang, Kab. Bandung Barat, pihaknya terpaksa melakukan berbagai antisipasi untuk menghindari jatuhnya korban jiwa. “Selain memberikan peringatan pada warga sekitar hutan (Tahura Djuanda), kami selaku pengelola juga terpaksa mengeluarkan batas waktu kunjungan,” ujar Budi, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/5) tadi siang.

Dikatakan Budi, pihaknya merasa perlu mengeluarkan peringatan pasca peristiwa tanah longsor selama tiga hari berturut-turut, sejak Kamis (20/5) hingga Sabtu, (22/5). Karena, selain sebagai salah satu objek tujuan wisata hutan di Kota Bandung, Tahura Djuanda juga pada beberapa lokasi dijadikan kawasan bercocok tanam masyarakat sekitar hutan.

Selain itu, menurut Budi, jalan di hutan juga menjadi jalan pintas masyarakat dari Desa Cibodas ataupun Maribaya, Kec. Lembang menuju Kota Bandung atau sebaliknya. “Karenanya kami merasa khawatir sewaktu-waktu peristiwa tanah longsor akan menimpa warga yang sedang beraktivitas,” ujar Budi.

Sementara, untuk menghindarkan korban jiwa dari pengunjung, Tahura Djuanda mengeluarkan batasan jam berkunjung. Pengunjung yang berminat untuk berwisata dibatasi antara pukul 8.00 WIB hingga 16.00 WIB, serta memberikan papan peringatan dan petunjuk. “Tapi tetap saja meski dibatasi ada pengunjung yang memaksa dengan alasan sudah datang jauh-jauh tidak berkeliling Tahura. Terhadap hal ini kami tidak dapat berbuat banyak, hanya dapat memperingatkan mereka untuk berhati-hati dan segera kembali saat hujan turun,” ujar Budi. (A-87/das)***

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/114285

Iklan

Mata Lensa


Mahasiswa program PAKPM periode April-Mei 2010, Kelompok Melati sedang berkumpul di depan kantor Desa Cibodas usai acara penyambutan oleh Pemerintah Desa Cibodas, (27/3).

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Desa Cibodas, Somawijaya, SH., MH. membuka program Seminar Dan Pelatihan Komputer di Aula SMP 4 Lembang

(17/4).

Pemateri, Andris Yuli Fardani, A.Md, memberikan pelatihan Microsoft Office kepada puluhan peserta program Seminar dan Pelatihan Komputer di Aula SMP 4 Lembang, (17/4).

Panitia program Seminar dan Pelatihan Komputer, Della Mulyanie dan Venny Widiadari sedang memberikan pengarahan kepada peserta di Aula SMP 4 Lembang (18/4).

Dua puluhan siswa SMP 4 Lembang foto bersama dengan panitia program Seminar dan Pelatihan Komputer usai kegiatan di Aula SMP 4 Lembang, (18/4).

Air Terjun Koeang di objek wisata Pemandian Air Panas Maribaya, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, (17/4).

Tim liputan, Citra Ananda dan El Chris Natalia sedang mewawancarai dua wisatawan asing asal Amerika Serikat di objek wisata Pemandian Air Panas Maribaya, (17/4).


Sejumlah pengunjung antusias menikmati liburan akhir pekan mereka di kolam pemandian Cibodas Agrowisata, (4/4).

Salah seorang tim program pengajaran bahasa Inggris, El Chris Natalia memanfaatkan media papan tulis untuk berinteraksi dengan peserta di tempat pengajaran bahasa di Kantor RW 12 Desa Cibodas (11/4).

Sejumlah peserta pengajaran bahasa Inggris terlihat antusias memperhatikan sajian materi dari pengajar di Kantor RW 12 Desa Cibodas (11/4).

Tamu undangan tim pengajaran bahasa Inggris, pengajar asal Kanada, Jeremy sedang memberikan materi di Kantor RW 12 Desa Cibodas, (18/4).

Sejumlah peserta pengajaran bahasa Inggris foto bersama tamu undangan tim pengajaran bahasa Inggris asal Kanada, Jeremy (18/4).

Sebagian panitia penanaman bibit di lahan kritis memperlihatkan bibit yang akan ditanami di Lereng Belakang Pine Forest Camp (2/5) bersama perwakilan Pemerintah Desa Cibodas, Amu. Baca lebih lanjut

Longsor Kembali Usik Cibodas

CP/MelatiCibodas

Rabu, (24/3) hujan deras mengguyur Kampung Cisarongge, Desa Cibodas, Kecamatan Lembang sejak sore hari. Langit nampak gelap tak bersahabat. Petir menggelegar bersahut-sahutan membelah cakrawala. Ditambah lagi dengan padamnya aliran listrik yang membuat suasana kian mencekam. Namun tak terbesit sedikit pun di benak warga RT.3/RW.4 bahwa akan ada bahaya datang mengancam.

Jarum jam baru saja akan bergerak menuju pukul tujuh malam ketika Ela Hayati (30th) akan beranjak tidur ke peraduan. Tiba-tiba saja terdengar suara bergemuruh dari arah belakang rumah tempat ia tinggal. Bersamaan dengan itu, jeritan kepanikan warga bergema memecah kesunyian.

Tanpa berpikir dua kali, sontak saja Ela langsung menggendong buah hatinya, Indriyani (13th) ke luar rumah. Di luar, suasana kacau balau, warga berbondong-bondong menyelamatkan diri. Belum sempat menghela nafas panjang, ia teringat suaminya yang masih tertidur lelap di dalam rumah. Ia pun Baca lebih lanjut

Tutik Terkena Reruntuhan Tembok

LEMBANG, TRIBUN- Tutik (62), warga RT 05/05, Kampung Andir, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, terluka di bagian kepala dan kaki akibat terkena reruntuhan tembok kamar mandinya. Tembok dari batu bata itu runtuh setelah dihantam longsoran tanah yang berasal dari Bukit Pangjebolan, yang terletak di belakang rumahnya.

Menurut suami korban, Tatang Sutisna, korban terkena reruntuhan saat hendak berwudhu pada Rabu (24/3) sekitar pukul 18.30. “Saya sedang menonton acara televisi, tiba-tiba saja ada suara seperti gemuruh dan langsung merobohkan dinding dapur dan kamar mandi. Untungnya tidak menimbun rumah kami,” ujar Tatang, yang juga sebagai Ketua RT 05 ini saat ditemui, Kamis (25/3).

Ia menambahkan, pada saat kejadian, di rumahnya ada lima orang penghuni, termasuk dengan anak dan cucunya. Istrinya langsung diungsikan ke kediaman kerabat di Desa Pagarwangi, Kecamatan Lembang. Kepalanya harus dijahit akibat kejadian itu. Anak dan cucunya selamat.

Pria berusia 63 tahun ini mengatakan, longsor di Bukit Pangjebolan baru kali ini terjadi. Penyebabnya, bukit itu kini banyak ditanami sayuran, dan sebagian besar permukaan bukit sudah terlihat gundul. “Selain itu, Bukit Babakan, yang letaknya berdampingan dengan Bukit Pangjebolan juga mengancam warga karena sudah ada retakan,” katanya.

Bukit Babakan merupakan bukit yang digunakan bekas penggalian, yang beroperasi sekitar 1971 hingga 1982. Walaupun sudah tidak ada penggalian, tetapi bukit itu sudah nyaris habis dan membahayakan keselamatan warga. Kemarin, beberapa warga juga tampak mengikis puncak bukit, untuk meminimalisir longsor.

Ketua RW 05, Usep Supriatna menyebutkan, dengan adanya longsor itu, sebanyak 40 KK diungsikan.  “Karena permukaan tanah masih bergerak, kita ungsikan juga warga tiga RT, apalagi yang di dekat Bukit Babakan,” ujarnya. Ia juga menambahkan, akibat terjadi longsor ini, tiga rumah rusak parah, dan merusakkan enam kuburan keluarga.

Selain di Desa Gudang Kahuripan, longsor juga terjadi di Desa Cibodas. Masih di kecamatan yang sama. Longsor yang terjadi di RT 03/04, Kampung Cisarongge. Selain merusak delapan rumah warga, longsor ini juga menghancurkan tempat wisata Bougenville.

Menurut Kepala Desa Cibodas, Dindin Sukaya, longsor itu merusakkan arena bermain, seperti flying fox, kolam ikan, dan taman bougenville. “Tidak ada korban. Tetapi sudah ada delapan KK yang kita ungsikan. Mereka harus pindah, karena tidak mungkin tinggal di sana lagi,” ujarnya.

Camat Lembang, Kusnindar menambahkan, semua desa di wilayahnya waspada longsor. Posko bencana pun didirikan di semua desa, untuk mengantisipasi penanganan bencana. “Yang paling utama itu adalah perekonomian masyarakat, seperti produk susu dan sayuran, yang harus tepat waktu didistribusikan,” ujarnya. Untuk membersihkan longsor di jalan, pihaknya berkoordinasi dengan pemadam kebakaran, agar menghilangkan tanah dari jalan dengan air. (zz)

sumber : http://www.tribunjabar.co.id/read/artikel/18215/tutik-terkena-reruntuhan-tembok

Blog di WordPress.com.Tema: Esquire oleh Matthew Buchanan.